it's me...

it's me...

Rabu, 16 November 2011

SMK WIJAYA PUTRA


TUGAS HUBUNGAN MASYARAKAT
Untuk Memenuhi Tugas Terstruktur Dari Mata Kuliah Hubungan Masyarakat


OLEH  :
Noviana Maharani                  098554206
Nina Ekawati                          098554218
Lily Septia Ekawati                098554221
Yenta Cholilah                       098554234
PE  ADPER 09 B

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
FAKULTAS EKONOMI
JURUSAN S1 PENDIDIKAN EKONOMI
PRODI ADMINISTRASI PERKANTORAN
2011
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT atas segala limpahan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penulisan makalah ini. Kami berupaya menyusun Makalah ini sebaik mungkin agar mudah dipahami isinya.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah  Hubungan Masyarakat yaitu Ibu I.G.A Ajunitya S.E M.Si Universitas Negeri Surabaya.
Semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Kami menyadari bahwa makalah yang telah saya buat masih jauh dari sempurna.Oleh sebab itu kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan.
Akhirnya kami ucapkan terima kasih kepada ibu guru pendamping SMK Wijaya Putra beserta dosen pembimbing yang bersedia membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini.










DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR………………………………………………………………i
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………ii

BAB I PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang………………………………………………………………….1
  2. Rumusan Masalah………………………………………………………………2
  3. Tujuan…………………………………………………………………………..2

BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………..3

BAB III PENUTUP
  1. Simpulan………………………………………………………………………12
Saran…………………………………………………………………………..














BAB I
PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG
  Pendidikan adalah suatu hal yang sangat diperlukan bagi semua anak-anak bangsa untuk mencapai cita-cita bangsa indonesia yaitu memajukan kesejahteraan rakyat. Untuk mencapai cita-cita dari tahun ketahun dibutuhkan adanya kualitas para penerus bangsa yang baik dan bertanggung jawab. Pendidikan bisa ditempuh melalui pendidikan formal ( wajib belajar 12 tahun ) dan pendidikan informal. Pendidikan formal dilakukan di sekolah  di tingkat Taman Kanak – Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas. Sedangkan pendididikan informal dilakukan di lembaga bimbingan belajar dan home schooling. Saat ini, banyak konflik di bidang pendidikan salah satunya adalah guru yang mengajar di sekolah tidak sesuai dengan ijazah S1 yang telah ditempuhnya sehingga nantinya akan berdampak pada peserta didik yang diajarnya. Oleh karena itu, pemerintah perlu menindaklanjuti adanya konflik ini dengan memberikan kualitas guru yang benar – benar sesuai dengan bidang pendidikan pada berbagai disiplin ilmu, termasuk pendidikan yang dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas. 
Pendidikan tingkat Sekolah Menengah Kejuruan merupakan jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal di Indonesia setelah lulus Sekolah Menengah Pertama ( atau sederajat ). Sekolah Menengah Kejuruan ditempuh dalam waktu 3 tahun, mulai dari kelas 10 sampai kelas 12. Lulusan SMK dapat melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi atau langsung bekerja. Pelajar SMK umumnya berusia 16-18 tahun.



RUMUSAN MASALAH
Bagaimana pencitraan di Sekolah Menengah Kejuruan Wijaya Putra?

TUJUAN
Untuk mengetahui pencitraan di Sekolah Menengah Kejuruan Wijaya Putra.




BAB II
 PEMBAHASAN


1.       GAMBARAN UMUM SEKOLAH
           
SMK Wijaya Putra merupakan sekolah menengah  kejuruan yang telah terakreditasi A. Dengan berbagai teknologi multimedia di sekolah tersebut menjadikan sekolah ini memprioritaskan teknlogi IT sebagai penunjang belajar siswa. Pendidikan pada era informasi adalah pendidikan berbasis teknologi komunikasi dan informasi. Pendidikan berbasis ICT ditandai dengan dimanfaatkannya banyak teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran. Salah satu bentuknya yang nyata adalah berkembangnya pembelajaran melalui e-learning atau online course.
SMK Wijaya Putra ini berlokasi di Jl. Raya Benowo 1 - 3 Surabaya - Jawa Timur, Telepon: +62-031-7404404, 7413061, Fax: + 62-031-7458343, 7404405, Email: smk.wijayaputra@yahoo.com, Web: www.smkwijayaputra.sch.id. Sebagai lembaga yang berkualitas, SMK Wijaya Putra berusaha menciptakan kultur sekolah yang kondusif sehingga semua komponen sekolah termotivasi untuk berkolaborasi mengembangkan budaya belajar dan layanan akademik yang baik.

Pada tahun akademik 2011/2012 SMK Wijaya Putra memberi kesempatan kepada siswa tamatan/lulusan SMP tahun 2011 untuk menjadi siswa SMK Wijaya Putra melalui seleksi.
Pada tahun pelajaran 2011/2012 SMK Wijaya Putra menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan untuk kelas X, XI, dan XII, yang mengacu pada Kurikulum 2004 yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional.

2.       VISI DAN MISI SEKOLAH
Visi :
Terwujudnya Siswa Yang Cerdas, Terampil, Berbudi Pekerti Luhur dan Berwawasan Internasional
" To be Formed Smart, Competent and Good Behaviour Students "
Misi :
  1. Mengembangkan organisasi dan manajemen.
  2. Mengembangkan kurikulum, KBM, dan sistem evaluasi.
  3. Mengembangkan ketenagaan kompeten dan berwawasan internasional.
  4. Mengembangkan fasilitas / sarana pendidikan yang bertaraf internasional.
  5. Mengembangkan pembinaan kesiswaan.
  6. Mengembangkan lingkungan pendidikan.
  7. Mengembangkan hubungan kerja sama industri lokal maupun global.
  8. Mengembangkan unit produksi

3.       TUJUAN SEKOLAH
·           Tahun 2010 siswa memiliki kompetensi penguasaan konsep untuk seluruh mata pelajaran secara komprehensif dan benar sehingga mampu berkompetisi ditingkat nasional.
·           Tahun 2010 siswa mampu menggunakan Bahasa Inggris sebagai alat komunikasi untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih luas.
·           Tahun 2010 siswa mampu membangun kebiasaan yang aktif untuk mencari informasi menggunakan teknologi informasi.
·           Tahun 2010 sekolah memiliki sarana dan prasarana penunjang PBM yang lengkap.
·           Tahun 2010 sekolah memiliki guru dan tenaga pendukung yang handal untuk mendukung seluruh manajemen sekolah.
·           Sekolah memiliki hubungan kemitraan yang baik dengan seluruh warga sekolah, stake holders dan instansi serta institusi pendukung pendidikan lainnya.
·           Siswa memiliki, mengaplikasikan dan meningkatkan nilai-nilai ketuhanan serta nilai-nilai kehidupan yang bersifat universal dalam kehidupannya




4.       PROGRAM KEAHLIAN
AKUNTANSI
·                      Menyusun laporan keuangan
·                      Melakukan entry data
·                      Melakukan pembukuan
·                      Melakukan administrasi perkantoran
·                      Melakukan perpajakan
TEKNIK KENDARAAN RINGAN
·                      Tune up
·                      Over houl
·                      Kelistrikan motor & mobil
·                      Perawatan & perbaikan body mobil
·                      Sistem EFI
MULTI MEDIA
·                      Design grafis
·                      Animasi 2 dimensi
·                      Web designer
·                      Database Php & MySql
·                      Editing Audio
·                      Editing Video
·                      Animasi 3 dimensi
·                      Effect video professional
5.       PRAKERIN
DAFTAR TEMPAT PRAKTIK KERJA INDUSTRI ( PRAKERIN ) :
AKUNTANSI
·                      PT. Indoprima Engineering
·                      PT. MCI Prima Gasket
·                      PT. Indowire Prima Industrindo
·                      PT. Matahari Sakti
·                      PT. Pelindo III
·                      Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
·                      Ditjen Bea Cukai
·                      Kantor Pajak "Dorando"
·                      Badan Pertanahan Nasional
·                      Universitas Wijaya Putra
MULTIMEDIA
·                      Hi-Tech Mall ( R. Workshop )
·                      Akeno Digital Printing
·                      Neo Imago Digital Printing
·                      Indo Grafika
·                      Majalah Mentari
·                      Majalah Posmo
·                      Matahati Advertising
·                      Unique Pixel
·                      Nusantara Advertising
·                      Studio Graph
TEKNIK KENDARAAN RINGAN
  • PT. Toyota Astra, Tbk.
  • PT. Indomobil
  • PT. Astra Internasional, Tbk.
  • PT. Eldimo Prima
  • PT. Con Blok Astra " Daihatsu "
  • PT. Utomo Motor Honda
  • AHASS Honda Motor

6.       GREEN AND CLEAR
Program Green and clean ini merupakan program rintisan. Sebagai bagian upaya penghijauan dan kebesihan di Kota Surabaya. "Rencananya program green and clean akan dilaksanakan di kantor-kantor hingga kampung. Sekarang ini banyak yang usul supaya green and clean dilaksanakan di kantor-kantor pemerintah serta di sekolah-sekolah.” Untuk itu SMK Wijaya Putra Surabaya juga turut berperan serta melaksanakan program green and clean ini baik di lingkungan intern sekolah maupun ekstern sekolah. Secara intern SMK Wijaya Putra Surabaya melakukannya di hari Jum\'at dengan memberikan motivasi kepada siswa baik secara kelompok maupun perkelas yang dibimbing oleh seorang guru yang bertindak sebagai wali kelas untuk mengadakan sebuah proyek green and clean yang dipadukan dengan penilaian dengan menggunakan program pendidikan budi pekerti untuk membelajarkan ke siswa bagaimana cara bekerjasama dengan teman, bersosialisasi, peduli sesama, berdisplin, bertanggung jawab, sadar akan kebersihan lingkungan dan keindahannya. Sedangkan secara ekstern siswa diajak oleh wali kelas untuk melakukan kegiatan bakti sosial dengan melakukan penanaman seribu pohon ataupun bekerjasama dengan pihak tertentu untuk melakukan kegiatan yang bertujuan untuk menjaga dan melestarikan lingkungan.




7.       PENDIDIKAN BUDI PEKERTI
Program Pendidikan Budi Pekerti yang dikembangkan oleh : Prof. H. Saleh Soegiyanto, M.Sc., Ph.D dan Dr. H. Indra Prasetyo, MM. yang dilaksanakan di lingkungan sekolah SMK Wijaya Putra Surabaya berlatar belakang dari faktor utama penyebab keterpurukan ekonomi bangsa Indonesia yaitu banyak pemimpin yang tidak jujur, lebih mementingkan diri sendiri dari pada rakyat yang dipimpinnya. Banyak pemimpin yang pintar, tetapi sedikit yang jujur dan bertanggung jawab, serta perlunya dirancang penyelenggaraan pendidikan yang seimbang antara aspek intelektual dan aspek budi pekerti.
Apa itu Pendidikan Budi Pekerti ...?
Pendidikan Budi Pekerti adalah : “ Learning about shared beliefs and values, Moral issues in daily interactions, Instruction, Curriculum and assessment based on core values “ Character Education Development Center of Florida State University, Tallahassee, Florida, 2003. Pendidikan Budi Pekerti adalah gerakan untuk menciptakan sekolah yang mampu membentuk etika, tanggungjawab, dan kepedulian peserta didik dengan cara pemberian contoh dan pengajaran sikap yang dapat diterima secara universal. Pendidikan Budi Pekerti bukanlah suatu pekerjaan yang langsung jadi. Pendidikan Budi Pekerti merupakan proses berkelanjutan bagi anak didik oleh seluruh komponen mulai dari keluarga, sekolah dan masyarakat.
Mengapa kita membutuhkan Pendidikan Budi Pekerti...?
Pendidikan memiliki dua tujuan: menjadikan anak didik memiliki pengetahuan dan menjadi baik. Untuk dapat memenuhi kedua tujuan tersebut, selain diberikan pendidikan akademik juga dibutuhkan pendidikan budi pekerti sebagai landasan pengembangan diri dan landasan dalam berhubungan dengan orang lain sesuai dengan prinsip-prinsip kehidupan yang dapat diterima masyarakat.
Apa sasaran dari Pendidikan Budi Pekerti...?
  • Mampu mengidentifikasi nilai-nilai yang berkontribusi dalam pengembangan Budi Pekerti mereka seperti jujur, perhatian, bertanggung jawab
  • Memahami tradisi keluarga dan mengetahui nilai-nilai yang dapat meningkatkan kebersamaan dalam keluarga seperti: cinta, perhatian, bertanggung jawab pada setiap anggota keluarga, hormat pada setiap anggota keluarga dan menjunjung nama keluarga
  • Memahami prinsip-prinsip kerjasama dan mampu bekerja sama dengan baik di sekolah dan lingkungannya.
  • Memahami beberapa hal yang penting dalam sebuah komunitas dan dapat berkontribuasi pada komunitas.
  • Memahami perbedaan suku, agama dan ras.
  • Perhatian pada nilai-nilai sebagai warga negara yang baik.
Perlu adanya nilai-nilai (pilar) dalam pendidikan budi pekerti yang menjadi dasar pemahaman dan pengembangan serta dasar tindakan seluruh komponen sekolah yaitu:
  • Dapat dipercaya
  • Bertanggung jawab
  • Menghormati
  • Fairness
  • Peduli
  • Warga yang baik
Penilaian dan Evaluasi
Sebagai sarana pengembangan Budi Pekerti siswa/peserta didik, sekolah perlu untuk menilai seberapa banyak dan seberapa baik siswa/peserta didik melakukan tindakan tindakan yang ditetapkan dalam program pendidikan budi pekerti yang diberikan. Untuk mengukur tingkat keberhasilan pendidikan budi pekerti siswa, ada beberapa cara yang dapat dilakukan yaitu:

  • Pengamatan perilaku.
  • Respon personal dan penyelesaian proyek proyek kelompok baik di dalam maupun diluar kelas
Kegiatan-kegiatan sederhana yang dapat merefleksikan pemahaman siswa/peserta didik pada prinsip-prinsip yang diajarkan melalui perilaku.


8.       EKSTRAKURIKULER SEKOLAH
Kualitas tamatan sekolah kejuruan dituntut untuk memenuhi standar kompetensi dunia kerja. Salah satunya, selain mampu menguasai materi pelajaran, siswa harus dapat berinteraksi dan aktif dalam hubungan sosial.
Kegiatan ekstrakurikuler merupakan salah satu alat pengenalan siswa pada hubungan sosial. Di dalamnya terdapat pendidikan pengenalan diri dan pengembangan kemampuan selain pemahaman materi pelajaran.
Berangkat dari pemikiran tersebut, di SMK  WIJAYA PUTRA diselen
ggarakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler.
Selain OSIS sebagai induk kegiatan ektrakurikuler di sekolah, kegiatan ektrakurikuler lainnya adalah:
  • Bola Basket 
  • Sepak Bola (Futsal) 
  • Bola Volly 
  • Fotografi 
  • Pecinta Alam (PA)
  • Jujitsu 
  • Seni Tari
  • Cheerleaders
  • English Conversation Club (ECC)
  • 1.       PENCITRAAN TERHADAP SEKOLAH
    Pada SMK WIJAYA PUTRA sudah memiliki akreditasi A. SMK WIJAYA PUTRA telah mengadakan program fullday school untuk memaksimalkan kwalitas dan kwantitas sekolah. Adapun masih banyak  program yang akan diadakan untuk tahun depan.  Di SMK WIJAYA PUTRA ini juga mengadakan program beasiswa untuk siswanya yang berprestasi jika salah satu siswa / siswi mendapatkan ranking 1 (satu), maka secara otomatis akan mendapatkan beasiswa sebesar 100.000 per bulan selama 6 bulan.

    2.       SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH
    ·         Lapangan basket
    ·         Lapangan futsal 2
    ·         Lapangan voly
    ·         Perpustakaan
    ·         Laboratorium biologi
    ·         Laboratorium fisika
    ·         Laboratorium  kimia
    ·         Laboratorium bahasa inggris 2
    ·         Laboratorium computer 2
    ·         Laboratorium akutansi
    ·         Laboratorium kewirausahaan
    ·         Laboratorium untuk teknik kendaraan
    ·         Laboratorium multi media
    ·         Produksi multi media
    ·         Kantin 2 komplek
    ·         Parkir 3 area
    ·         Tempat khusus untuk pembawa laptop
    ·         Tempat fotocopy
    ·         Aula
    ·         Ruang OSIS
    ·         Koperasi
    ·         Joglo






    1.       PENCITRAAN TERHADAP SEKOLAH
    Pada SMK WIJAYA PUTRA sudah memiliki akreditasi A. SMK WIJAYA PUTRA telah mengadakan program fullday school untuk memaksimalkan kwalitas dan kwantitas sekolah. Adapun masih banyak  program yang akan diadakan untuk tahun depan.  Di SMK WIJAYA PUTRA ini juga mengadakan program beasiswa untuk siswanya yang berprestasi jika salah satu siswa / siswi mendapatkan ranking 1 (satu), maka secara otomatis akan mendapatkan beasiswa sebesar 100.000 per bulan selama 6 bulan.
    Selain itu pencitraan SMK Wijaya Putra juga terlihat dari berbagai kegiatan yang diadakan baik di lingkungan sekolah maupun diluar sekolah. Kegiatan-kegiatan tersebut misalnya : kegiatan masa orientasi siswa (MOS), pengadaan project green and clean, pameran, workshop, pramuka, dan lain-lain.




    MOS (Masa Orientasi Siswa) yakni suatu program yang dilakukan sekolah untuk mengenalkan lingkungan sekolah yang baru bagi siswa yang telah melanjutkan jenjang pendidikan selanjutnya. Program ini sebenarnya hanya perantara agar siswa tidak kaget saat pertama kali masuk disekolah barunya. Dalam kegiatan MOS di SMK Wijaya Putra Surabaya tahun ini para siswa berdandan tidak terlalu mencolok. Ya sewajarnya saja, seperti yang tercantum didalam hakikat Masa Orientasi Siswa didalam Dinas Pendidikan. Dilarang melakukan perpeloncoan kepada siswa baru dan dilarang mendidik siswa terlalu keras dan melakukan kekerasan terhadap siswa baru. Sungguh sangat ironis memang bilamana didalam dunia pendidikan terdapat hal – hal seperti itu.
     



    “FRIDAY GREEN AND CLEAN”
    Disekolah Wijaya Putra (SMP,SMA,SMK) istilah Green And Clean dipakai sebagai judul kegiatan yang dilakukan setiap jum’at pagi, Friday Green And Clean namanya. Kegiatan yang dilakukan juga beragam, tidak sama antara SMP,SMA, maupun SMK Wijaya Putra.
                Kegiatan Friday Green And Clean yang terjadi pada para siswa SMK Wijaya Putra, mereka melakukan proyek yang cenderung mengarah pada kegiatan social. Kegiatan tersebut dilakukan oleh siswa kelas XI MM ke salah satu Panti Asuhan Muslimat NU di daerah Banjarsugihan, Surabaya Barat. Pengumpulan dana dikumpulkan sendiri oleh siswa kelas XI MM dengan sukarela, seperti mengumpulkan bahan makanan pokok dan dana yang disisihkan dari sebagian uang jajan mereka yang didapat dari orang tua. Kegiatan Bakti Sosial yang dilakukan di Panti Asuhan tersebut adalah membersihkan selokan dari sampah, agar air yang ada diselokan dapat mengalir dengan lancer, dan membersihkan pekarangan Panti Asuhan dari sampah-sampah dedaunan yang kering, berdiskusi bersama anak panti yang bertemakan tentang kegiatan anak panti selama ini, dan ada ceramah keagamaan. Disamrping itu untuk siswa-siswi SMK Wijaya Putra yang tidak mengikuti baksos, mereka melakukan kegiatan bersih lingkungan area sekolah.
    Jadi, bisa disimpulkan bahwa kegiatan Grean and Clean tidak selalu mengarah pada lingkungan, namun bisa pula mengarah pada kegiatan bakti social. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi seluruh siswa karena dapat memacu siswa berkreasi dan berprilaku lebih baik.

    kegiatan ini dilakukan untuk menunjukkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh masing-masing sekolah, sehingga dapat dikenal masyarakat dengan mudah. Dengan begini, SMK dapat meng-expose profil lembaga, dapat berinteraksi langsung dengan khalayak umum.

     


    WORKSHOP
    Selain diadakannya kegiatan pameran, SMK Wijaya Putra juga mengadakan kegiatan Workshop editing yang di  sponsori oleh  PT. BSW ( Bangun Satya Wacana ) dan diadakan di Hi-tech mall.
    Seiring dengan perkembangan teknologi dan tuntutan sekolah, maka PT. BSW ( Bangun Satya Wacana ) semakin berkomitmen untuk memberi terobosan yang kuat dalam memberi nilai tambah terhadap lembaga-lembaga pendidikan yang tentunya akan berdampak langsung pada kelulusan peserta didik,
    Kegiatan workshop tersebut diadakan dalam 3 sesion :
    1, Kelas XII Multimedia dengan materi : Pembutatan CD, pembelajaran interaktif melalui Macromedia Flash 8 & Camtasia Studio 5
    2. Kelas X Multimedia I dengan materi :  Dasar-dasar pembuatan animasi dengan Macromedia Flash 8
    3. Kelas X Multimedia II dengan materi : Dasar-dasar pembuatan animasi dengan Macromedia Flash 8.
     Kegiatan ini dilakukan untuk menambah pengetahuan siswa multimedia dalam bidang Macromedia Flash 8. 







    Kegiatan Pramuka dan pelaksanaan Persami bertujuan untuk melatih dan mendidik siswa-siswi SMK Wijaya Putra Surabaya untuk melatih kemandirian dan kepemimpinan, selain itu juga sebagai wujud pemantapan Pendidikan Budi Pekerti yang telah diterima selama ini.
    Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan tersebut, karena dari situ siswa dibekali pengetahuan tentang kepemimpinan, teknik kepramukaan dengan benar, hubungan masyarakat yang baik, dan juga mempelajari tentang lingkungan alam sekitar.







    PRESTASI  - PRESTASI YANG PERNAH DIRAIH









    SMK Wijaya Putra telah meraih berbagai prestasi, baik dalam bidang akademik maupun non akademik. Berbagai usaha telah dilakukan oleh SMK Wijaya Putra untuk dapat memperoleh berbagai macam prestasi. Siswa yang diikutkan dalam berbagai ajang kopetisi merupakan siswa-siswa pilihan yang telah diberi bekal yang mendukung kegiatan kompetisi yang akan diikuti. Dari berbagai kejuaraan yang telah diraih oleh SMK Wijaya Putra telah memberikan dampak positif pada pencitraan pendidikan di SMK Wijaya Putra.




    Perjuangan telah dilakukan oleh atlet-atlet SMK Wijaya Putra yang tak kenal lelah dalam berusaha mencapai tujuannya, mereka telah berusaha sekuat tenaga dan usaha yang mereka lakukan tidak sia-sia sebab mereka berhasil mengharumkan nama sekolah, lewat Olahraga Bola voli antar SMA Dan SMK. Mereka rela berlatih keras agar bisa menjuarai setiap kegiatan yang diikuti yaitu Kejuaraan bola voli. Meskipun mereka tahu banyak  lawan tangguh menunggu mereka di arena, tetapi mereka tetap percaya diri dan berusaha membangun keberaniannya ubtuk membawa nama sekolah melambung tinggi dalam kemenangan yang tak mudah dalam meraihnya. Tetapi dukungan demi dukungan terus dating untuk memberikan semngat dan support untuk mereka.




    APA KATA MEREKA ???
    Dalam kegiatan observasi ke SMK Wijaya Putra, kami telah bertanya kepada beberapa siswi untuk mengutarakan pendapatnya tentang SMK Wijaya Putra selama mereka menempuh pendidikan di SMK Wijaya Putra tersebut. Inilah beberapa pertanyaan yang kami lontarkan untuk beberapa siswi yang telah kami mintai pendapat.

    Ø  Mengapa memilih sekolah SMK Wijaya Putra?
    Ø  Apakah nyaman dengan pakaian seragam yang dipakai?
    Ø  Bagaimana pendapat kalian tentang tata tertib di sekolah?
    Ø  Kegiatan apa yang paling disukai di SMK Wijaya Putra?
    Ø  Prestasi apa yang pernah kalian raih selama bersekolah di SMK Wijaya Putra?


    KOMENTAR

    Ø   Saya memilih sekolah Wijaya Putra karena kualitasnya yang bagus di bidang sarana dan prasarana. Melihat pengalaman sebelumnya, lulusan yang telah dihasilkan pun benar – benar telah mampu dan percaya diri untuk bersaing di dunia kerja.
      Ø   Seragam yang dipakai juga nyaman untuk digunakan. Yang perlu ditambahi, sekolah perlu mensosialisasikan pakaian batik karena itu akan menjadi ciri khas sekolah.
      Ø  
    Tata tertib di sekolah ada yang terlalu mengikat,  itu membuat saya dan teman – teman menjadi kurang suka, seperti tata tertib dilarang membawa handphone ke sekolah. Padahal kan, handphone juga diperlukan untuk komunikasi dengan orng tua.
    Ø   Kegiatan yang paling disukai adalah adanya workshop karena dengan workshop ini akan semakin menambah pengetahuan siswa ketika mendalami suatu materi tertentu.
    Ø   Selama bersekolah di SMK Wijaya Putra, prestasi yang pernah saya raih adalah dalam bidang akademis yaitu pembuatan animasi dengan macromedia flash 8 meraih juara III di lomba tingkat SMK se-Surabaya.

    ü  Selain lokasinya yang tidak terlalu jauh dari rumah saya, SMK Wijaya Putra juga memiliki fasilitas yang lumayan lengkap, selain itu juga dapat dilihat bahwa kualitas lulusannya bagus dan bisa dengan mudah mendapatkan pekerjaan. Oleh karena itu saya lebih memilih untuk sekolah di SMK Wijaya Putra.
    ü  Dengan ketentuan sragam seperti ini saya merasa nyaman dan percaya diri dalam menggunakannya
    ü 

    Siswi kwlas XI SMK Wijaya  Putra
     
    Peraturan-peraturan yang ada di sekolah sudah sesuai, dengan peraturan-peraturan yang ada dapat membuat para siswa lebih disiplin.
    ü  Kegiatan yang paling saya sukai adalah kegiatan pramuka, karena dengan adanya kegiatan pramuka kita dapat belajar untuk disiplin dan mematuhi setip peraturan yang ada, selain itu juga bisa melatih keberanian dan kepercayaan diri dalam menggambil keputusan.
    ü  Selama menuntut ilmu di SMK Wijaya Putra sementara ini saaya masih belum pernah meraih kejuaraan disetiap perlombaan yang diikuti oleh SMK Wijawa Putra.







    v  Saya memilih untuk melanjutkan sekolah di SMK Wijaya Putra karena fasilitas yang ada di sekolah ini sangat mendukung aktifitas belajar, selain itu prestasi-prestasi yang telah diraih sangat memotivasi saya untuk bisa berprestasi baik dibidang akademik maupun non akademik.
    v 

    Siswi kwlas XII SMK Wijaya  Putra
     
    Saya nyaman dengan seragam yang telah ditentukan seperti ini, meskipun awalnya sempat tidak nyaman dengan model roknya yang ditentukan panjang, tetpi lama-kelamaan juga sudah terbiasa dan nyaman dalam memakainya.
    v  Saya senang dengan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh sekolah, karena dengan perturan-peraturan tersebut semua murid tidak dapat berbuat sesukanya saja.
    v  Dari berbagai kegiatan yang ada di SMK Wijaya Putra saya sangat suka dengan adanya kegiatan Friday Green And Clean, karena dengan adanya kegiatan tersebut bisa menumbuhkan rasa cinta kebersihan lingkungan sekitar.

    PENJELASAN LEBIH LANJUT MENGENAI SMK
    SMK adalah sekolah yang berbasis ketrampilan, dimulainya dengan kurikulum tahun 1984, sudah ada program yang namanya Praktik Kerja Lapangan ( PKL ). Program ini wajib ikuti oleh siswa pada tingkat akhir ( kelas 3 ) selama 1 s.d 2 bulan di beberapa tempat perusahaan yang sudah ditentukan oleh sekolah.
    Sesuai dengan perkembangannya kurikulum SMK tahun 1994 sampai dengan sekarang ada program yang namanya Pendidikan Sistem ganda ( PSG ), bahwa pendidikan SMK dilaksanakan Dual system yaitu sebagian pendidikan dan pelatihan dilaksanakan di sekolah dan sebagian pendidikan dan pelatihan dilaksanakan di dunia usaha/industri. Program ini wajib diikuti siswa pada tingkat 2 ( kelas XI ) selama 3 s.d 4 bulan di beberapa perusahaan sesuai dengan program keahlian yang dimiliki sekolah.
    Dilihat dari kurikulum yang ada, sudah sangat jelas bahwa SMK memberikan ketrampilan/keahlian kepada siswa sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Hal ini sebenarnya sangat sesuai dengan keadaan saat ini. Pertanyaannya, Mengapa ? karena selama di SMK siswa diberikan pendidikan dan ketrampilan yang cukup untuk memasuki dunia kerja, baik nantinya mau mencari kerja dibeberapa perusahaan atau ber wirausaha. Dengan bekal yang cukup itu, lulusan SMK diharapkan menjadi orang-orang yang produktif mampu menghasilkan sumber pendapatan perekonomian bagi dirinya sendiri maupun untuk orang lain.
    Hal yang penting dan perlu diingat adalah SMK bukan terminal, artinya SMK bukan tempat berakhirnya menempuh pendidikan. SMK juga memberikan kesempatan bagi lulusan yang mau melanjutkan pendidikan ke jenjang Perguruan tinggi sesuai program keahlianya.
    Bukankah memilih SMK adalah solusi yang tepat, karena lulusan dari SMK dapat menyelesaikan masalah yang selama ini menjadi beban bagi siswa lulusan yang bersangkutan, orang tua, masyarakat maupun Negara.
    Oleh : Drs. H. Agus Budi Rahayu, SH., MM.

    Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan mempertajam program kewirausahaan sekolah menengah kejuruan (SMK). Di samping SMK terus didorong bermitra dengan industri untuk perluasan pasar kerja, para siswa SMK dikenalkan konsep - konsep kewirausahaan. Program ini diselenggarakan melalui program three plus one.
    Direktur Pembinaan SMK Joko Sutrisno menyampaikan, program three plus one adalah program bagi siswa SMK yang telah mengikuti ujian nasional (UN) untuk dilatih khusus memperdalam kompetensinya dan mampu melakukan tata operasi usaha kecil dan menengah, cara memasarkan, mengidentifikasi pasar dari karya yang dihasilkan, dan bagaimana menata kelola laporan keuangan.
    Untuk mendapatkan citra baik dari khalayak umum diperlukan adanya hubungan masyarakat (PR) yang baik. Public Relations (PR) menurut Jefkins (2003) adalah suatu bentuk komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian. PR menggunakan metode manajemen berdasarkan tujuan (management by objectives). Dalam mengejar suatu tujuan, semua hasil atau tingkat kemajuan yang telah dicapai harus bisa diukur secara jelas, mengingat PR merupakan kegiatan yang nyata. Kenyataan ini dengan jelas menyangkal anggapan keliru yang mengatakan bahwa PR merupakan kegiatan yang abstrak. Sedangkan British Institite Public Relations mendefinisikan PR adalah keseluruhan upaya yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik (good-will) dan saling pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya.
    Greener (2002) mengemukakan bahwa PR tidak satu arah arus informasi, ia memiliki dua fungsi peran juga. Dapat, sebagai contoh, membantu membentuk organisasi anda dengan informasi manajemen yang diharapkan, pendapat-pendapat dan hal-hal yang berkaitan dengan masyarakat ini, dan menerangkan serta memberi nasehat tentang suatu tindakan yang konsekuen. Dalam perannya ini, PR benar-benar merupakan fungsi manajemen, bertugas dengan tanggungjawab menjaga reputasi suatu organisasi membentuk, melindungi dan memperkenalkannya.
    Berkaitan dengan fungsi manajemen, Hutapea (2000) menjelaskan bahwa PR adalah fungsi manajemen untuk membantu menegakkan dan memelihara aturan bersama dalam komunikasi, demi terciptanya saling pengertian dan kerjasama antara lembaga/ perusahaan dengan publiknya, membantu manajemen dan menanggapi pendapat publiknya, mengatur dan menekankan tanggungjawab manajemen dalam melayani kepentingan masyarakat, membantu manajemen dalam mengikuti, memonitor, bertindak sebagai suatu sistem tanda bahaya untuk membantu manajemen berjaga-jaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan buruk, serta menggunakan penelitian dan teknik-teknik komunikasi yang efektif dan persuasif untuk mencapai semua itu.
    Efektivitas PR di dalam pembantukan citra (nyata, cermin dan aneka ragam) organisasi, erat kaitannya dengan kemampuan (tingkat dasar dan lanjut) pemimpin dalam menyelesaikan tugas organisasinya, baik secara individual maupun tim yang dipengaruhi oleh praktek berorganisasi (job design, reward system, komunikasi dan pengambilan keputusan) dan manajemen waktu/ perubahan dalam mengelola sumberdaya (materi, modal dan SDM) untuk mencapai tujuan yang efisien dan efektif, yaitu mencakup penyampaian perintah, informasi, berita dan laporan, serta menjalin hubungan dengan orang. Hal ini tentunya erat dengan penguasaan identitas diri yang mencakup aspek fisik, personil, kultur, hubungan organisasi dengan pihak pengguna, respons dan mentalitas pengguna (Hubeis, 2001).
    Praktisi humas senantiasa dihadapkan pada tantangan dan harus menangani berbagai macam fakta yang sebenarnya, terlepas dari apakah fakta itu hitam, putih, atau abu-abu. Perkembangan komunikasi tidak memungkinkan lagi bagi suatu organisasi untuk menutup-nutupi suatu fakta. Citra humas yang ideal adalah kesan yang benar, yakni sepenuhnya berdasarkan pengalaman, pengetahuan, serta pemahaman atas kenyataan yang sesungguhnya. Itu berarti citra tidak seharusnya “dipoles agar lebih indah dari warna aslinya”, karena hal itu justru dapat mengacaukannya (Anggoro, 2002).
    Dalam hal ini yang dimaksud citra Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian citra adalah:
    1)      kata benda: gambar, rupa, gambaran;
    2)      gambaran yang dimiliki orang banyak mengenai pribadi, perusahaan, organisasi atau produk;
    3)      kesan mental atau bayangan visual yang ditimbulkan oleh sebuah kata, frase atau kalimat, dan merupakan unsur dasar yang khas dalam karya prosa atau puisi;
    4)      data atau informasi dari potret udara untuk bahan evaluasi.
    Katz dalam Soemirat dan Ardianto (2004) mengatakan bahwa citra adalah cara bagaimana pihak lain memandang sebuah perusahaan, seseorang , suatu komite, atau suatu aktivitas. Setiap perusahaan mempunyai citra. Setiap perusahaan mempunyai citra sebanyak jumlah orang yang memandangnya. Berbagai citra perusahaan datang dari pelanggan perusahaan, pelanggan potensial, bankir, staf perusahaan, pesaing, distributor, pemasok, asosiasi dagang, dan gerakan pelanggan di sektor perdagangan yang mempunyai pandangan terhadap perusahaan.
    Soemirat dan Ardianto (2004) menjelaskan efek kognitif dari komunikasi sangat mempengaruhi proses pembentukan citra seseorang. Citra terbentuk berdasarkan pengetahuan dan informasi-informasi yang diterima seseorang. Komunikasi tidak secara langsung menimbulkan perilaku tertentu, tetapi cenderung mempengaruhi cara kita mengorganisasikan citra kita tentang lingkungan. Public Relations digambarkan sebagai input-output, proses intern dalam model ini adalah pembentukan citra, sedangkan input adalah stimulus yang diberikan dan output adalah tanggapan atau perilaku tertentu.
    Jefkins (2003) menyebutkan beberapa jenis citra (image). Berikut ini lima jenis citra yang dikemukakan, yakni:
    a)      Citra bayangan (mirror image). Citra ini melekat pada orang dalam atau anggota-anggota organisasi biasanya adalah pemimpinnya mengenai anggapan pihak luar tentang organisasinya.
    b)      Citra yang berlaku (current image). Adalah suatu citra atau pandangan yang dianut oleh pihak-pihak luar mengenai suatu organisasi.
    c)      Citra yang diharapkan (wish image). Adalah suatu citra yang diinginkan oleh pihak manajemen.
    d)     Citra perusahaan (corporate image). Adalah citra dari suatu organisasi secara keseluruhan, jadi bukan sekedar citra atas produk dan pelayanannya.
    e)      Citra majemuk (multiple image). Banyaknya jumlah pegawai (individu), cabang, atau perwakilan dari sebuah perusahaan atau organisasi dapat memunculkan suatu citra yang belum tentu sama dengan organisasi atau perusahaan tersebut secara keseluruhan.






    BAB III
    PENUTUP


    SIMPULAN             
             SMK WIJAYA PUTRA merupakan Sekolah Menengh Kejuruan swasta yang telah terakreditasi A. Dalam sekolah tersebut system pembelajarannya banyak menggunakan teknologi multimedia. Dengan berbagai teknologi multimedia di sekolah tersebut menjadikan sekolah ini memprioritaskan teknlogi IT sebagai penunjang belajar siswa. Pendidikan berbasis ICT ditandai dengan dimanfaatkannya banyak teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran. Salah satu bentuknya yang nyata adalah berkembangnya pembelajaran melalui e-learning atau online course. Sehingga hambatan dalam kegiatan belajar mengajar menjadi berkurang.


    SARAN
              Dalam hal ini SMK WIJAYA PUTRA diharapkan bisa mengembangkan prestasi yang lebih baik lagi dari tahun sebelumnya dan program beasiswanya lebih ditingkatkan lagi untuk anak-anak berprestasi sehingga siswa bisa termotivasi dalam meningkatkan belajarnya, selain itu juga bisa menciptakan suatu citra baik bagi sekolah tersebut dilingkungan masyarakat. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar