1.
PENCITRAAN
TERHADAP SEKOLAH
Pada SMK WIJAYA PUTRA sudah memiliki akreditasi A. SMK
WIJAYA PUTRA telah mengadakan program fullday school untuk memaksimalkan
kwalitas dan kwantitas sekolah. Adapun masih banyak program yang akan diadakan untuk tahun depan. Di SMK WIJAYA PUTRA ini juga mengadakan
program beasiswa untuk siswanya yang berprestasi jika salah satu
siswa / siswi mendapatkan ranking 1 (satu), maka secara otomatis akan
mendapatkan beasiswa sebesar 100.000 per bulan selama 6 bulan.
Selain itu pencitraan SMK Wijaya Putra juga terlihat
dari berbagai kegiatan yang diadakan baik di lingkungan sekolah maupun diluar
sekolah. Kegiatan-kegiatan tersebut misalnya : kegiatan masa orientasi siswa
(MOS), pengadaan project green and clean, pameran, workshop, pramuka, dan
lain-lain.
MOS (Masa
Orientasi Siswa) yakni suatu program yang dilakukan sekolah untuk mengenalkan
lingkungan sekolah yang baru bagi siswa yang telah melanjutkan jenjang
pendidikan selanjutnya. Program ini sebenarnya hanya perantara agar siswa tidak
kaget saat pertama kali masuk disekolah barunya. Dalam kegiatan MOS di SMK
Wijaya Putra Surabaya tahun ini para siswa berdandan tidak terlalu mencolok. Ya
sewajarnya saja, seperti yang tercantum didalam hakikat Masa Orientasi Siswa
didalam Dinas Pendidikan. Dilarang melakukan perpeloncoan kepada siswa baru dan
dilarang mendidik siswa terlalu keras dan melakukan kekerasan terhadap siswa
baru. Sungguh sangat ironis memang bilamana didalam dunia pendidikan terdapat
hal – hal seperti itu.
“FRIDAY
GREEN AND CLEAN”
Disekolah Wijaya Putra (SMP,SMA,SMK) istilah Green And
Clean dipakai sebagai judul kegiatan yang dilakukan setiap jum’at pagi, Friday
Green And Clean namanya. Kegiatan yang dilakukan juga beragam, tidak sama
antara SMP,SMA, maupun SMK Wijaya Putra.
Kegiatan Friday Green And Clean yang
terjadi pada para siswa SMK Wijaya Putra, mereka melakukan proyek yang
cenderung mengarah pada kegiatan social. Kegiatan tersebut dilakukan oleh siswa
kelas XI MM ke salah satu Panti Asuhan Muslimat NU di daerah Banjarsugihan,
Surabaya Barat. Pengumpulan dana dikumpulkan sendiri oleh siswa kelas XI MM
dengan sukarela, seperti mengumpulkan bahan makanan pokok dan dana yang
disisihkan dari sebagian uang jajan mereka yang didapat dari orang tua.
Kegiatan Bakti Sosial yang dilakukan di Panti Asuhan tersebut adalah
membersihkan selokan dari sampah, agar air yang ada diselokan dapat mengalir
dengan lancer, dan membersihkan pekarangan Panti Asuhan dari sampah-sampah
dedaunan yang kering, berdiskusi bersama anak panti yang bertemakan tentang
kegiatan anak panti selama ini, dan ada ceramah keagamaan. Disamrping itu untuk
siswa-siswi SMK Wijaya Putra yang tidak mengikuti baksos, mereka melakukan
kegiatan bersih lingkungan area sekolah.
Jadi, bisa disimpulkan bahwa kegiatan Grean and Clean
tidak selalu mengarah pada lingkungan, namun bisa pula mengarah pada kegiatan
bakti social. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi seluruh siswa karena dapat
memacu siswa berkreasi dan berprilaku lebih baik.
kegiatan ini dilakukan untuk menunjukkan
kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh masing-masing sekolah, sehingga dapat
dikenal masyarakat dengan mudah. Dengan begini, SMK dapat meng-expose profil lembaga,
dapat berinteraksi langsung dengan khalayak umum.
WORKSHOP
Selain diadakannya kegiatan pameran, SMK Wijaya Putra
juga mengadakan kegiatan Workshop editing yang di sponsori oleh PT. BSW ( Bangun Satya Wacana ) dan diadakan
di Hi-tech mall.
Seiring dengan perkembangan teknologi dan tuntutan
sekolah, maka PT. BSW ( Bangun Satya Wacana ) semakin berkomitmen untuk memberi
terobosan yang kuat dalam memberi nilai tambah terhadap lembaga-lembaga
pendidikan yang tentunya akan berdampak langsung pada kelulusan peserta didik,
Kegiatan workshop tersebut diadakan dalam 3 sesion :
1, Kelas XII Multimedia dengan materi : Pembutatan CD,
pembelajaran interaktif melalui Macromedia Flash 8 & Camtasia Studio 5
2. Kelas X Multimedia I dengan materi : Dasar-dasar pembuatan animasi dengan
Macromedia Flash 8
3. Kelas X Multimedia II dengan materi : Dasar-dasar
pembuatan animasi dengan Macromedia Flash 8.
Kegiatan ini
dilakukan untuk menambah pengetahuan siswa multimedia dalam bidang Macromedia
Flash 8.
Kegiatan Pramuka dan pelaksanaan Persami bertujuan
untuk melatih dan mendidik siswa-siswi SMK Wijaya Putra Surabaya untuk melatih
kemandirian dan kepemimpinan, selain itu juga sebagai wujud pemantapan
Pendidikan Budi Pekerti yang telah diterima selama ini.
Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan
tersebut, karena dari situ siswa dibekali pengetahuan tentang kepemimpinan,
teknik kepramukaan dengan benar, hubungan masyarakat yang baik, dan juga
mempelajari tentang lingkungan alam sekitar.
PRESTASI -
PRESTASI YANG PERNAH DIRAIH
SMK Wijaya Putra telah meraih berbagai prestasi, baik
dalam bidang akademik maupun non akademik. Berbagai usaha telah dilakukan oleh
SMK Wijaya Putra untuk dapat memperoleh berbagai macam prestasi. Siswa yang
diikutkan dalam berbagai ajang kopetisi merupakan siswa-siswa pilihan yang
telah diberi bekal yang mendukung kegiatan kompetisi yang akan diikuti. Dari
berbagai kejuaraan yang telah diraih oleh SMK Wijaya Putra telah memberikan
dampak positif pada pencitraan pendidikan di SMK Wijaya Putra.

Perjuangan telah dilakukan oleh atlet-atlet SMK Wijaya
Putra yang tak kenal lelah dalam berusaha mencapai tujuannya, mereka telah
berusaha sekuat tenaga dan usaha yang mereka lakukan tidak sia-sia sebab mereka
berhasil mengharumkan nama sekolah, lewat Olahraga Bola voli antar SMA Dan SMK.
Mereka rela berlatih keras agar bisa menjuarai setiap kegiatan yang diikuti
yaitu Kejuaraan bola voli. Meskipun mereka tahu banyak lawan tangguh menunggu mereka di arena,
tetapi mereka tetap percaya diri dan berusaha membangun keberaniannya ubtuk
membawa nama sekolah melambung tinggi dalam kemenangan yang tak mudah dalam
meraihnya. Tetapi dukungan demi dukungan terus dating untuk memberikan semngat
dan support untuk mereka.
APA KATA MEREKA ???
Dalam kegiatan observasi ke SMK Wijaya Putra, kami
telah bertanya kepada beberapa siswi untuk mengutarakan pendapatnya tentang SMK
Wijaya Putra selama mereka menempuh pendidikan di SMK Wijaya Putra tersebut.
Inilah beberapa pertanyaan yang kami lontarkan untuk beberapa siswi yang telah
kami mintai pendapat.
Ø
Mengapa
memilih sekolah SMK Wijaya Putra?
Ø
Apakah
nyaman dengan pakaian seragam yang dipakai?
Ø
Bagaimana
pendapat kalian tentang tata tertib di sekolah?
Ø
Kegiatan
apa yang paling disukai di SMK Wijaya Putra?
Ø
Prestasi
apa yang pernah kalian raih selama bersekolah di SMK Wijaya Putra?
KOMENTAR
Ø
Saya
memilih sekolah Wijaya Putra karena kualitasnya yang bagus di bidang sarana dan
prasarana. Melihat pengalaman sebelumnya, lulusan yang telah dihasilkan pun
benar – benar telah mampu dan percaya diri untuk bersaing di dunia kerja.
Ø
Seragam
yang dipakai juga nyaman untuk digunakan. Yang perlu ditambahi, sekolah perlu
mensosialisasikan pakaian batik karena itu akan menjadi ciri khas sekolah.
Ø
Tata tertib di
sekolah ada yang terlalu mengikat, itu
membuat saya dan teman – teman menjadi kurang suka, seperti tata tertib
dilarang membawa handphone ke sekolah. Padahal kan, handphone juga diperlukan
untuk komunikasi dengan orng tua.
Ø
Kegiatan
yang paling disukai adalah adanya workshop karena dengan workshop ini akan
semakin menambah pengetahuan siswa ketika mendalami suatu materi tertentu.
Ø
Selama
bersekolah di SMK Wijaya Putra, prestasi yang pernah saya raih adalah dalam
bidang akademis yaitu pembuatan animasi dengan macromedia flash 8 meraih juara
III di lomba tingkat SMK se-Surabaya.
ü
Selain lokasinya yang tidak terlalu jauh dari rumah
saya, SMK Wijaya Putra juga memiliki fasilitas yang lumayan lengkap, selain itu
juga dapat dilihat bahwa kualitas lulusannya bagus dan bisa dengan mudah
mendapatkan pekerjaan. Oleh karena itu saya lebih memilih untuk sekolah di SMK
Wijaya Putra.
ü
Dengan
ketentuan sragam seperti ini saya merasa nyaman dan percaya diri dalam
menggunakannya
ü
Siswi kwlas XI SMK Wijaya Putra
|
|
Peraturan-peraturan
yang ada di sekolah sudah sesuai, dengan peraturan-peraturan yang ada dapat
membuat para siswa lebih disiplin.
ü
Kegiatan
yang paling saya sukai adalah kegiatan pramuka, karena dengan adanya kegiatan
pramuka kita dapat belajar untuk disiplin dan mematuhi setip peraturan yang
ada, selain itu juga bisa melatih keberanian dan kepercayaan diri dalam
menggambil keputusan.
ü
Selama
menuntut ilmu di SMK Wijaya Putra sementara ini saaya masih belum pernah meraih
kejuaraan disetiap perlombaan yang diikuti oleh SMK Wijawa Putra.
v
Saya memilih untuk melanjutkan sekolah di SMK Wijaya
Putra karena fasilitas yang ada di sekolah ini sangat mendukung aktifitas
belajar, selain itu prestasi-prestasi yang telah diraih sangat memotivasi saya
untuk bisa berprestasi baik dibidang akademik maupun non akademik.
v
Siswi kwlas XII SMK Wijaya Putra
|
|
Saya nyaman
dengan seragam yang telah ditentukan seperti ini, meskipun awalnya sempat tidak
nyaman dengan model roknya yang ditentukan panjang, tetpi lama-kelamaan juga
sudah terbiasa dan nyaman dalam memakainya.
v
Saya
senang dengan peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh sekolah, karena
dengan perturan-peraturan tersebut semua murid tidak dapat berbuat sesukanya
saja.
v
Dari
berbagai kegiatan yang ada di SMK Wijaya Putra saya sangat suka dengan adanya
kegiatan Friday Green And Clean, karena dengan adanya kegiatan tersebut bisa
menumbuhkan rasa cinta kebersihan lingkungan sekitar.
PENJELASAN LEBIH LANJUT MENGENAI SMK
SMK adalah
sekolah yang berbasis ketrampilan, dimulainya dengan kurikulum tahun 1984,
sudah ada program yang namanya Praktik Kerja Lapangan ( PKL ). Program ini
wajib ikuti oleh siswa pada tingkat akhir ( kelas 3 ) selama 1 s.d 2 bulan di
beberapa tempat perusahaan yang sudah ditentukan oleh sekolah.
Sesuai
dengan perkembangannya kurikulum SMK tahun 1994 sampai dengan sekarang ada
program yang namanya Pendidikan Sistem ganda ( PSG ), bahwa pendidikan SMK dilaksanakan
Dual system yaitu sebagian pendidikan dan pelatihan dilaksanakan di sekolah dan
sebagian pendidikan dan pelatihan dilaksanakan di dunia usaha/industri. Program
ini wajib diikuti siswa pada tingkat 2 ( kelas XI ) selama 3 s.d 4 bulan di
beberapa perusahaan sesuai dengan program keahlian yang dimiliki sekolah.
Dilihat
dari kurikulum yang ada, sudah sangat jelas bahwa SMK memberikan
ketrampilan/keahlian kepada siswa sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Hal ini
sebenarnya sangat sesuai dengan keadaan saat ini. Pertanyaannya, Mengapa ?
karena selama di SMK siswa diberikan pendidikan dan ketrampilan yang cukup
untuk memasuki dunia kerja, baik nantinya mau mencari kerja dibeberapa
perusahaan atau ber wirausaha. Dengan bekal yang cukup itu, lulusan SMK diharapkan
menjadi orang-orang yang produktif mampu menghasilkan sumber pendapatan
perekonomian bagi dirinya sendiri maupun untuk orang lain.
Hal
yang penting dan perlu diingat adalah SMK bukan terminal, artinya SMK bukan
tempat berakhirnya menempuh pendidikan. SMK juga memberikan kesempatan bagi
lulusan yang mau melanjutkan pendidikan ke jenjang Perguruan tinggi sesuai
program keahlianya.
Bukankah
memilih SMK adalah solusi yang tepat, karena lulusan dari SMK dapat
menyelesaikan masalah yang selama ini menjadi beban bagi siswa lulusan yang
bersangkutan, orang tua, masyarakat maupun Negara.
Oleh : Drs. H. Agus Budi Rahayu, SH., MM.
Departemen Pendidikan Nasional
(Depdiknas) melalui Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan mempertajam program kewirausahaan
sekolah menengah kejuruan (SMK). Di samping SMK terus didorong bermitra dengan
industri untuk perluasan pasar kerja, para siswa SMK dikenalkan konsep - konsep
kewirausahaan. Program ini diselenggarakan melalui
program three plus one.
Direktur Pembinaan SMK Joko Sutrisno
menyampaikan, program three plus one adalah program bagi siswa SMK yang telah
mengikuti ujian nasional (UN) untuk dilatih khusus memperdalam kompetensinya
dan mampu melakukan tata operasi usaha kecil dan menengah, cara memasarkan,
mengidentifikasi pasar dari karya yang dihasilkan, dan bagaimana menata kelola
laporan keuangan.
Untuk mendapatkan citra baik
dari khalayak umum diperlukan adanya hubungan masyarakat (PR) yang baik. Public Relations (PR) menurut Jefkins (2003) adalah suatu
bentuk komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar, antara
suatu organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan
spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian. PR menggunakan metode
manajemen berdasarkan tujuan (management by objectives). Dalam mengejar suatu
tujuan, semua hasil atau tingkat kemajuan yang telah dicapai harus bisa diukur
secara jelas, mengingat PR merupakan kegiatan yang nyata. Kenyataan ini dengan
jelas menyangkal anggapan keliru yang mengatakan bahwa PR merupakan kegiatan
yang abstrak. Sedangkan British Institite Public Relations mendefinisikan PR
adalah keseluruhan upaya yang dilakukan secara terencana dan berkesinambungan
dalam rangka menciptakan dan memelihara niat baik (good-will) dan saling
pengertian antara suatu organisasi dengan segenap khalayaknya.
Greener (2002) mengemukakan bahwa PR tidak satu arah arus
informasi, ia memiliki dua fungsi peran juga. Dapat, sebagai contoh, membantu
membentuk organisasi anda dengan informasi manajemen yang diharapkan,
pendapat-pendapat dan hal-hal yang berkaitan dengan masyarakat ini, dan
menerangkan serta memberi nasehat tentang suatu tindakan yang konsekuen. Dalam
perannya ini, PR benar-benar merupakan fungsi manajemen, bertugas dengan
tanggungjawab menjaga reputasi suatu organisasi membentuk, melindungi dan
memperkenalkannya.
Berkaitan dengan fungsi manajemen, Hutapea (2000)
menjelaskan bahwa PR adalah fungsi manajemen untuk membantu menegakkan dan
memelihara aturan bersama dalam komunikasi, demi terciptanya saling pengertian
dan kerjasama antara lembaga/ perusahaan dengan publiknya, membantu manajemen
dan menanggapi pendapat publiknya, mengatur dan menekankan tanggungjawab
manajemen dalam melayani kepentingan masyarakat, membantu manajemen dalam
mengikuti, memonitor, bertindak sebagai suatu sistem tanda bahaya untuk
membantu manajemen berjaga-jaga dalam menghadapi berbagai kemungkinan buruk,
serta menggunakan penelitian dan teknik-teknik komunikasi yang efektif dan
persuasif untuk mencapai semua itu.
Efektivitas PR di dalam pembantukan citra (nyata,
cermin dan aneka ragam) organisasi, erat kaitannya dengan kemampuan (tingkat
dasar dan lanjut) pemimpin dalam menyelesaikan tugas organisasinya, baik secara
individual maupun tim yang dipengaruhi oleh praktek berorganisasi (job design,
reward system, komunikasi dan pengambilan keputusan) dan manajemen waktu/
perubahan dalam mengelola sumberdaya (materi, modal dan SDM) untuk mencapai
tujuan yang efisien dan efektif, yaitu mencakup penyampaian perintah,
informasi, berita dan laporan, serta menjalin hubungan dengan orang. Hal ini
tentunya erat dengan penguasaan identitas diri yang mencakup aspek fisik,
personil, kultur, hubungan organisasi dengan pihak pengguna, respons dan
mentalitas pengguna (Hubeis, 2001).
Praktisi humas senantiasa dihadapkan pada tantangan
dan harus menangani berbagai macam fakta yang sebenarnya, terlepas dari apakah
fakta itu hitam, putih, atau abu-abu. Perkembangan komunikasi tidak
memungkinkan lagi bagi suatu organisasi untuk menutup-nutupi suatu fakta. Citra
humas yang ideal adalah kesan yang benar, yakni sepenuhnya berdasarkan
pengalaman, pengetahuan, serta pemahaman atas kenyataan yang sesungguhnya. Itu
berarti citra tidak seharusnya “dipoles agar lebih indah dari warna aslinya”,
karena hal itu justru dapat mengacaukannya (Anggoro, 2002).
Dalam hal ini yang dimaksud citra Dalam Kamus Besar
Bahasa Indonesia, pengertian citra adalah:
1)
kata
benda: gambar, rupa, gambaran;
2)
gambaran
yang dimiliki orang banyak mengenai pribadi, perusahaan, organisasi atau produk;
3)
kesan
mental atau bayangan visual yang ditimbulkan oleh sebuah kata, frase atau
kalimat, dan merupakan unsur dasar yang khas dalam karya prosa atau puisi;
4)
data
atau informasi dari potret udara untuk bahan evaluasi.
Katz dalam Soemirat dan Ardianto (2004) mengatakan bahwa
citra adalah cara bagaimana pihak lain memandang sebuah perusahaan, seseorang ,
suatu komite, atau suatu aktivitas. Setiap perusahaan mempunyai citra. Setiap
perusahaan mempunyai citra sebanyak jumlah orang yang memandangnya. Berbagai
citra perusahaan datang dari pelanggan perusahaan, pelanggan potensial, bankir,
staf perusahaan, pesaing, distributor, pemasok, asosiasi dagang, dan gerakan
pelanggan di sektor perdagangan yang mempunyai pandangan terhadap perusahaan.
Soemirat dan Ardianto (2004) menjelaskan efek
kognitif dari komunikasi sangat mempengaruhi proses pembentukan citra
seseorang. Citra terbentuk berdasarkan pengetahuan dan informasi-informasi yang
diterima seseorang. Komunikasi tidak secara langsung menimbulkan perilaku tertentu,
tetapi cenderung mempengaruhi cara kita mengorganisasikan citra kita tentang
lingkungan. Public Relations digambarkan sebagai input-output, proses intern
dalam model ini adalah pembentukan citra, sedangkan input adalah stimulus yang
diberikan dan output adalah tanggapan atau perilaku tertentu.
Jefkins (2003) menyebutkan beberapa jenis citra (image).
Berikut ini lima jenis citra yang dikemukakan, yakni:
a)
Citra
bayangan (mirror image). Citra ini melekat pada orang dalam atau
anggota-anggota organisasi biasanya adalah pemimpinnya mengenai anggapan pihak
luar tentang organisasinya.
b)
Citra
yang berlaku (current image). Adalah suatu citra atau pandangan yang dianut
oleh pihak-pihak luar mengenai suatu organisasi.
c)
Citra
yang diharapkan (wish image). Adalah suatu citra yang diinginkan oleh pihak
manajemen.
d)
Citra
perusahaan (corporate image). Adalah citra dari suatu organisasi secara
keseluruhan, jadi bukan sekedar citra atas produk dan pelayanannya.
e)
Citra
majemuk (multiple image). Banyaknya jumlah pegawai (individu), cabang, atau
perwakilan dari sebuah perusahaan atau organisasi dapat memunculkan suatu citra
yang belum tentu sama dengan organisasi atau perusahaan tersebut secara
keseluruhan.